MENU

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Sepeda Tua Bukan Sekedar Barang Antik

3 menit membaca View : 0 View
admin
Olahraga - 02 Nov 2026

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Sepeda tua bukan sekadar barang antik atau alat transportasi jaman dahulu. Namun sepeda tua yang memiliki bentuk sederhana, menyimpan jejak penting dalam sejarah perjuangan bangsa indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih dalam acara “Ngontel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026”. Ribuan sepeda tua menguasai jalanan dan kawasan GOR Sidoarjo, Minggu (1/11/2026). Dari berbagai penjuru Nusantara hingga Malaysia, para onthelis datang bukan sekadar untuk mengayuh sepeda klasik, melainkan membawa semangat persaudaraan, merawat jejak sejarah, sekaligus menggerakkan denyut ekonomi masyarakat.

Suasana tempo dulu terasa begitu kuat dalam gelaran Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026 bertajuk Gowes Djadoel Nusantara 2026 Ribuan pecinta sepeda tua dari Jawa Timur, Jakarta, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Merauke memadati kawasan GOR Sidoarjo.

Tak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, komunitas onthelis dari Malaysia juga hadir sebagai tamu kehormatan. Kehadiran peserta lintas daerah hingga mancanegara tersebut semakin menegaskan bahwa Ngonthel Bumi Jenggolo telah berkembang menjadi magnet pertemuan komunitas sepeda tua.

Bukan sekadar ajang bersepeda, kegiatan ini menjadi ruang besar untuk menghidupkan kembali nilai sejarah, budaya, dan tradisi yang melekat pada sepeda onthel.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Ngonthel Bumi Jenggolo semakin menunjukkan daya tariknya. Ribuan peserta tampil dengan sepeda klasik andalan masing-masing. Parade sepeda tua, pakaian pejuang 1945, hingga alunan musik keroncong dan hiburan dangdut semakin menghidupkan suasana nostalgia.

Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sidoarjo itu juga menghadirkan bazar UMKM, pasar klitikan jadul, pemeriksaan kesehatan gratis, serta sarasehan komunitas sepeda.

Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih menegaskan bahwa sepeda tua bukan sekadar barang antik atau alat transportasi masa lalu. Di balik bentuknya yang sederhana, sepeda onthel menyimpan jejak penting sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Para pendahulu dan penggerak kemerdekaan kita banyak menggunakan sepeda angin sebagai alat pergerakan perjuangan. Sepeda tua memiliki nilai sejarah yang luar biasa dan mengajarkan kita arti penting merawat ingatan sejarah,” ujarnya.

Abdillah juga menyampaikan filosofi Jawa yang menggambarkan semangat para pecinta sepeda tua. Tuwo gapopo sing penting sehat, tuwo sing penting ngrejekeni, tuwo bersejarah, dan tuwo berkah, tuturnya.

Menurutnya, pelestarian sepeda tua juga memiliki dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung membuka peluang bagi pedagang dan pelaku UMKM untuk menawarkan berbagai produk.

“Buktinya apa? Banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang bermunculan dan tumbuh pesat dalam perhelatan seperti pagi hari ini. Ini membuktikan bahwa hobi dan pelestarian sejarah juga bisa menggerakkan roda perekonomian lokal,” jelasnya.

Ngontel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026 akhirnya membuktikan bahwa sepeda tua tidak sekadar bertahan melawan perubahan zaman. Dari kayuhan roda klasik, tumbuh persaudaraan lintas daerah, pelestarian sejarah dan budaya, hingga perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Sidoarjo. (Titi)

Join Channel Pena-Indonesia.com untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
Bagikan Disalin
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT. PENA INDONESIA MUKTI
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

Yuk, Bergabung Menjadi
Kontributor/Wartawan
Media Online Pena-Indonesia!

📄 Cek Syaratnya Hubungi Sekarang Juga

Mau Pasang Advertorial
dan Kerja Sama
Media Partner?

Hubungi Sekarang Juga
x
CLOSE ADS