MENU

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Hutan Kota Jadi Ruang Konservasi dan sarana Edukasi

2 menit membaca View : 11
admin
Pemerintahan - 10 Okt 2026

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Keberadaan hutan kota yang tampak tidak terawat, kini bisa di kembangkan menjadi ruang konservasi sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.

Hal tersebut di sampaikan ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo usai melakukan penanaman pohon bersama di Hutan Kota, di belakang Kantor Bawaslu Sidoarjo. Jumat (9/10/2026)

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, menegaskan pentingnya peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo sebagai sektor penggerak utama. Menurutnya, DLHK harus memiliki basis data yang komprehensif terkait ketersediaan taman kota maupun lahan hijau yang tersebar di seluruh wilayah Sidoarjo.

”DLHK harus punya data pasti terkait taman kota dan lahan hijau. Pemetaan yang jelas sangat penting untuk menentukan pemanfaatannya ke depan, apalagi penataan lingkungan yang asri menjadi salah satu program prioritas  pemerintah,” kata Abdillah Nasih.

Ia menyayangkan kondisi tutupan hijau di Sidoarjo yang saat ini masih belum memenuhi target ideal. Oleh karena itu, DLHK dituntut untuk menyusun strategi konkret demi mengoptimalkan seluruh potensi taman dan hutan kota yang ada.

Perhatian khusus disorot pada keberadaan hutan kota di belakang kantor Bawaslu Kabupaten Sidoarjo. Kawasan tersebut dinilai memiliki peran strategis yang tidak sekadar berfungsi sebagai taman biasa, melainkan sebagai paru-paru kota.

”Sebuah daerah tidak mungkin terus ditumpuki bangunan semen tanpa diimbangi kawasan hijau. Hutan kota di belakang Bawaslu itu bagian penting dari paru-paru kota yang berfungsi menjaga kualitas udara di tengah padatnya pembangunan,” ujar Politisi PKB tersebut.

Namun, kondisi hutan kota di tengah pusat pemerintahan Sidoarjo tersebut sangat memprihatinkan. Minimnya perhatian dan perawatan membuat kawasan potensial itu tampak terbengkalai.

”Kami prihatin melihat kondisi hutan kota yang berada tepat di tengah kota ini sangat tidak terawat. Aliran sungai di sekitarnya sudah lama tidak dinormalisasi hingga tampak kotor, padahal di sana ada pohon-pohon langka seperti ketepeng berukuran besar yang memiliki nilai potensi tinggi,” tegasnya.

Abdillah mengusulkan agar kawasan hutan kota dikembangkan menjadi ruang konservasi sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda. Penanaman vegetasi langka khas daerah dinilai mampu memberikan dampak edukatif yang nyata.

”Hutan kota ini bisa ditanami kembali dengan pohon-pohon yang mulai sulit dijumpai, seperti juwet, waru, kenetu, sawo, hingga kecapi. Ini penting agar anak-anak sekolah bisa melihat dan mengenalnya secara langsung, tidak hanya sekadar membaca dari buku,” lanjutnya.(Titi)

Join Channel Pena-Indonesia.com untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
Bagikan Disalin
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT. PENA INDONESIA MUKTI
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

Yuk, Bergabung Menjadi
Kontributor/Wartawan
Media Online Pena-Indonesia!

📄 Cek Syaratnya Hubungi Sekarang Juga

Mau Pasang Advertorial
dan Kerja Sama
Media Partner?

Hubungi Sekarang Juga
x
CLOSE ADS