
Oplus_16908288pena-indonesia.com – Sidoarjo. Bertepatan dengan hari ulang tahun Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCl) Yang ke-8, di bawah kepemimpinan Nanang Haromain menggelar survey terhadap 1,5 tahun kepemimpinan Subandi – Mimik. Hal tersebut disampaikannya di Limasan Kopi Desa Sidodadi Kecamatan Candi – Sidoarjo. Rabu (26/8/2026).
Sejak dilantik pada tanggal 20 Februari 2025 Bupati Sidoarjo H. Subandi, M.Kn., dan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana sudah menjalankan program prioritas yang merupakan janji kampanye dan beberapa program lainnya.
Dalam 1,5 tahun sejak pelantikan Subandi – Mimik Idayana masyarakat secara umum menilai kinerja mereka dan seberapa puas kah masyarakat dalam menilai kepemimpinannya.
Masyarakat Sidoarjo khususnya menilai tentang kinerja pemerintah dalam 1,5 tahun memimpin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, ARCI juga mengukur Elektabilitas Partai Politik khususnya yang ada di Sidoarjo.
Dengan metode Stratified Multi stage Random Sampling, pengumpulan data, wawancara didapatkan hasil kepuasan publik sebesar 70,6 persen. Sementara 29,4 persen responden menyatakan tidak puas.
Pada awal menjabat tingkat kepuasan masyarakat mencapai 84,9 persen, kemudian 6 bulan sesudahnya tingkat kepuasan masyarakat mencapai 80,5 persen, satu tahun berikutnya mencapai 71,8 persen, hingga di 1,5 tahun ini per Agustus 2026 mencapai 70,6 persen.
Terkait tingkat kepuasan masyarakat tersebut, Nanang Haromain menyampaikan semenjak dilantik pada tanggal 20 Februari 2025 sudah lebih dari 1,5 Tahun, survei yang dilakukan ARCI pada bulan Agustus 2026 ini adalah untuk memotret bagaimana sih persepsi masyarakat Sidoarjo dalam menilai kepemimpinan Subandi – Mimik Idayana. Masyarakat yang kita survei itu memberikan penilaian yang cukup tinggi mencapai 70,6 persen meskipun ada penurunan dari sebelumnya mencapai 84 persen.
“Dalam perjalanannya terdapat berbagai macam dinamika yang kemudian direspon oleh masyarakat Sidoarjo yang ekspetasinya turun mencapai 70,6. Dari sini artinya ada dinamika yang ditanggapi oleh masyarakat Sidoarjo kemudian terjadilah “islah”. Dari sini ada tanda kutip, masyarakat Sidoarjo masih berharap terhadap kepemimpinan beliau, mungkin dari kepemimpinan beliau ada ekspetasinya.
Lanjut Nanang, kita lihat untuk satu tahun ke depan, saya yakin pasti ada perubahan entah itu angkanya naik atau turun nanti masyarakat yang menilainya. Survei ini bersifat jujur dan obyektif menilai apa yang ada di masyarakat. Kami tidak mempunyai kepentingan apa-apa, dan kami hanya memberikan rekomendasi dan masukan apa saja yang kurang di masyarakat.
“Kalau yang dianggap baik itu terkait dengan infrastruktur diantaranya perbaikan jalan, penanganan banjir. Kemudian terkait pelayanan publik juga direspon bagus oleh masyarakat,” ungkapnya.
Nanang juga menyampaikan kekurangan di era kepemimpinan Subandi – Mimik yakni terkait angka pengangguran. Angka pengangguran masih cukup tinggi, kalau dilihat dari data BPS angka pengangguran di Sidoarjo masih cukup tinggi di Jawa Timur. Ini menjadi konsen untuk bahan evaluasi oleh pemkab. Selain hal itu yang direspon negatif oleh masyarakat adalah tingkat kemiskinan, rata-rata masyarakat Sidoarjo penghasilannya masih di bawah UMR. Jadi problem-problem seperti ini yang harus menjadi perhatian.
“Survei ini dari seluruh wilayah 18 Kecamatan, sesuai dengan jumlah penduduk. Kita ambil sampling dari 800 orang. Survei ini kita lakukan dari tanggal 1 – 10 Agustus 2026,” tambah Nanang.
Nanang menegaskan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 70,6 persen dinilainya masih cukup tinggi bagi seorang incumben.
Masih kata Nanang harapan masyarakat Sidoarjo dalam kepemimpinan Subandi – Mimik Idayana mengurangi angka pengangguran, kurangi tingkat kemiskinan, pemberian bantuan kepada UMKM, penanggulangan banjir dan revitalisasi sekolah baik SD maupun SLTP.
Selain menyampaikan hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Subandi – Mimik Idayana, ARCI juga menyampaikan survei Elektoral Partai Politik di Sidoarjo.
“Partai PKB 22,5 %, Partai Gerindra 14,4 %, Partai PDIP 8,3 %, Partai Golkar 9,1 %, Partai NasDem 4,2 %, Partai PKS 4,5 %, Partai PAN 7,1 %, Partai Demokrat 4,2 %, Partai PSI 4,1 %, Partai PPP 1,7 %, lainnya 8,1 %,” pungkas Nanang. (Titi)