

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Warih Andono menggelar Reses III Masa Persidangan III Tahun Anggaran 2026, Sabtu malam di Jimate Coffee Deltasari Indah, Waru Sidoarjo. Senin (24/8/2026)
Warga sangat antusias mendatangi undangan tersebut. Para undangan tetap bertahan dan mengikuti setiap sesi penyampaian hingga tuntas. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap wakilnya di legislatif.
Dalam sambutannya, Politisi Senior Golkar tersebut menegaskan bahwa Jasmas merupakan wadah resmi untuk menjaring aspirasi dan catatan usulan masyarakat.
“Semua catatan dari masyarakat ini menjadi dasar usulan yang akan kami perjuangkan di Kabupaten,” ucap Warih Andono.
Warih Andono menyampaikan mekanisme tindak lanjut hasil reses, “Usulan tahun 2026 dipakai untuk realisasi tahun 2028, jadi untuk reses hari ini dipakai untuk 2028. Artinya, seluruh masukan yang dihimpun malam itu akan masuk dalam proses perencanaan dan penganggaran dua tahun mendatang,” jelasnya.
Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta terkait kemungkinan adanya Pokir atau Pokok-Pokok Pikiran DPRD di tahun 2027. Menjawab hal itu, Warih menyatakan masih berkoordinasi dengan Bupati Sidoarjo. “Kita masih berunding dengan bupati dan kita berjuang semaksimal mungkin agar bisa. Kita berjuang bersama panjenengan yang mengusulkan, kami yang berjuang di Kabupaten,” jawabnya.
Untuk memastikan aspirasi tidak terlewat, pihaknya membuat lembar aspirasi khusus. “Maka kami membuatkan suatu lembar aspirasi ini supaya apa? Supaya kita tahu benar. Keinginannya apa? Itulah yang nanti akan kami akomodir untuk kita usulkan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD,” ucap Warih.
Warih juga menyoroti pentingnya skala prioritas dalam usulan. Ia menyebut bahwa prioritas utama tetap mengacu pada RPJMD Bupati Sidoarjo. “Pasti ada prioritas sesuai dengan RPJMD-nya bupati. Juga prioritasnya sana tapi kita juga tidak menutup kemungkinan dari berbagai program yang dilakukan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Jasmas menjadi pelengkap dari mekanisme Musrenbang. “Sudah ada usulan dari Musrenbang. Nanti kita kolaborasi, kita cakup semua juga. Kadang rata-rata kalau Musrenbang sering tidak terakomodir. Sehingga saya bisa melakukan dari itu semua. Dari Jaring Aspirasi Masyarakat, MusrenbangDes dan juga yang lainnya. Itu yang kita ambil nanti,” ungkapnya.
Salah satu isu krusial yang muncul dalam Jasmas adalah persoalan makam Desa Waru yang lahannya saat ini dipergunakan untuk jalan frontage road. Warga mengeluhkan bahwa permasalahan tersebut belum terselesaikan. Menurut Warih, kendala penyelesaian kini berada di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menanggapi antusiasme warga Dapil VI, Warih mengaku bangga. “Ya, kalau dilihat ya mereka memang ini antusias sekali. Antusias sekali karena kita sering komunikasi. Sehingga kehadiran mereka sangat membutuhkan. Sangat membutuhkan dan juga ingin terealisasi yang menjadi keinginan masyarakat,” tuturnya.
Dalam setiap kegiatan reses, Warih memang sengaja menghadirkan masyarakat secara bergantian. “Jadi kami memang suka menghadirkan masyarakat bergantian, besok bergantian,” ujarnya. Pola ini dinilai efektif agar seluruh lapisan bisa menyampaikan aspirasi.
Di akhir kegiatan, Warih menyampaikan harapannya pemerintah selalu merealisasikan keinginan masyarakat. Dengan komitmen itu, Jasmas Reses III diharapkan menjadi jembatan kuat antara DPRD dan warga Waru-Gedangan dalam memperjuangkan pembangunan yang tepat sasaran. (Titi)