

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Kemerdekaan bukan sekadar angka yang bertambah setiap tahun. Di balik Merah Putih yang berkibar, ada doa, perjuangan, pengorbanan, dan air mata para pahlawan yang telah memberikan segalanya untuk Indonesia. Semangat itulah yang dihayati keluarga besar Korem 084/Bhaskara Jaya saat menggelar doa bersama di Masjid Al-Wathon, Korem 084/BJ, Jumat (14/8/2026).
Usai salat Jumat, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir bersama keluarga besar Korem larut dalam suasana penuh kekhusyukan. Dzikir, tawasul, pembacaan Surat Yasin, hingga doa bersama menjadi rangkaian kegiatan untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.
Doa bersama ini menjadi momen untuk sejenak berhenti dari rutinitas, menengok kembali perjalanan panjang bangsa, sekaligus mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi hari ini dibayar dengan pengorbanan luar biasa oleh para pendahulu.
Ustadz Drs. Slamet Al Hafizd memimpin rangkaian doa yang berlangsung khidmat. Setiap lantunan doa menjadi ungkapan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, kekuatan, serta dijauhkan dari berbagai perpecahan.
Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir mengatakan, perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti menjadi cerita sejarah. “Pengorbanan para pendahulu harus menjadi sumber semangat bagi kita untuk terus berbuat yang terbaik. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah amanah yang harus kita jaga,” ungkapnya.
Danrem juga mengajak seluruh prajurit dan PNS Korem 084/Bhaskara Jaya menjadikan setiap tugas sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa.
“Jangan melihat tugas hanya sebagai kewajiban. Jadikan tugas sebagai pengabdian, karena di balik setiap pengabdian ada tanggung jawab kita kepada bangsa dan rakyat,” tegasnya.
Dari Masjid Al-Wathon, pesan kemerdekaan itu kembali diteguhkan: para pahlawan telah memberikan hidupnya untuk Indonesia, maka generasi hari ini harus memberikan karya dan pengabdian terbaiknya untuk menjaga Indonesia. (Titi)