

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) dari Komunitas Sahabat Istimewa Sidoarjo dan SLB Harmoni Gedangan berkolaborasi dalam penampilan fashion show di acara Festival Seni Bandeng Asep (FSBA) yang digelar dewan kesenian Sidoarjo (Dekesda). Minggu (8/11/2026) malam.
Anak – anak istimewa ini tampil dengan ceria dan gembira ketika mendapatkan panggung untuk menunjukkan kreatifitasnya ke publik.
Widaranti selaku owner Sahabat Istimewa Sidoarjo menyampaikan pada awalnya komunitas ini terbentuk ketika anak – anak menjalani terapi di usia sekolah dulu. Tetapi karena anak – anak sekarang sudah besar dan sudah remaja, jadi kita mengarahkan untuk kegiatan – kegiatan dan pelatihan – pelatihan.
“Kita kerja sama dengan BPVP untuk pelatihan barista, pelatihan house keeping, ada juga pelatihan penanaman benih” ungkapnya.
Lanjutnya status sekolah ini adalah komunitas, yang bernama komunitas sahabat istimewa Sidoarjo. Di sini ada 40 anak yang tergabung, yang terdiri dari anak tuna netra, tuna grahita, down syndrome, autis.
“Malam ini ada 21 anak menampilkan kegiatan fashion show, yang terbagi dalam dua kelompok yakni kelompok pertama dari komunitas sahabat istimewa Sidoarjo dan kelompok kedua dari SLB Harmony Gedangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala sekolah SLB Harmoni Gedangan, Rita Indrawati menyampaikan kami mengucapkan terimakasih kepada Owner komunitas sahabat istimewa Sidoarjo, berkat bantuan dan kepedulian beliau anak – anak bisa terlibat dalam kegiatan ini. Baru kali ini kami mengikuti kegiatan seperti ini di Sidoarjo, semoga ke depannya ada kegiatan event – event yang lain. Mudah – mudahan kita bisa bekerjasama dan anak – anak diberi kesempatan seperti ini.
“Ketika latihan di sekolah anak-anak wajahnya tampak murung, namun ketika tampil anak – anak sangat ceria dan gembira. Mereka sangat antusias sekali menerima arahan dari panitia dan mereka bisa mengikuti dengan happy,” ungkapnya.
Lanjut Indrawati, saya sangat terharu dan bangga, ternyata anak – anak saya ketika di luar bisa mampu ketika diberi kesempatan. Anak – anak istimewa ini butuh ruang atau panggung agar mereka bisa menunjukan kreatifitasnya ke publik.
“Untuk anak-anak tuna rungu setiap hari Jumat adalah hari keberbakatan, di hari itulah anak anak kita latih ketrampilan dan vokasi. Ketika mereka mampu kita ikutkan lomba di tingkat LKSN yang diselenggarakan oleh kementrian dan Alhamdulillah sudah sampai internasional untuk lomba tata rias mendapatkan juara favorit,” ungkapnya.
Indrawati berharap mudah-mudahan kita bisa terus bekerja sama dan anak-anak diberi kesempatan tampil seperti ini. (Titi)