

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Hilangnya plat besi penutup saluran air di sejumlah wilayah, kurang lebih ada di empat kecamatan dengan jumlah 127 titik mendapatkan tanggapan dari Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih. Jumat (6/11/2026).
“Pertama tama kami sangat menyayangkan atas hilangnya plat besi penutup saluran air di tepi jalan. Sebenarnya hasil pembangunan itu harus kita jaga bersama – sama, apa lagi berupa sarana dan prasarana yang kalau hilang bisa membahayakan keselamatan orang lain,” jelasnya.
Lanjutnya, harapan kami kepada pihak dinas terkait untuk segera melakukan tindakan – tindakan yang bisa memberikan efek jera sesuai aturan yang ada. Hal ini bisa dilaporkan ke polisi.
“Ini termasuk tindakan kriminal karena telah melakukan pencurian aset pemerintah, apalagi berimbas mengancam keselamatan orang lain,” ungkapnya.
Lanjut Nasih yang paling penting di sini adalah bagaimana mengantisipasi hilangnya plat besi penutup saluran air yang hilang di beberapa tempat? Apalagi ini mendekati musim hujan yang berefek bisa menimbulkan genangan-genangan air yang bisa menutup lubang.
“Kami memohon agar dinas terkait untuk mengantisipasi timbulnya korban akibat saluran air yang tutupnya hilang, misalnya : pertama dengan memberikan tanda police line bahwa tempat itu berbahaya dan tidak boleh dilewati,” ungkapnya.
Selanjutnya yang kedua: dibuat tutup sementara jika anggaran itu belum ada, atau pun diberikan tanda warning bahwa tempat itu berbahaya dan beresiko.
“Sekali lagi, jangan sampai persoalan yang ditimbulkan oleh tindak kriminal atau tindakan ketidak terpujian ulah masyarakat yang hanya mencomot atau mengambil plat besi penutupan saluran air ini kemudian menimbulkan korban, dalam hal ini warga yang tidak ikut berdosa bisa terperosok di situ,” ungkapnya.
Masih kata Nasih kami sangat berharap hasil pembangunan di Sidoarjo ini menjadi tanggung jawab bersama, apa lagi lempengan besi ini sangat urgent. Ayok lah masyarakat di Sidoarjo ini kita sengkuyung bareng – bareng untuk melakukan pengawasan agar ketertiban, kenyamanan dan keamanan di Sidoarjo ini bisa kita rasakan bersama – sama.
Dari dinas terkait yang mengatakan bahwa pergantian tutup saluran air akan kita ganti di tahun depan karena tidak adanya anggaran. Abdillah Nasih menyampaikan jangan sampai dengan alasan karena tindak kriminal kemudian ada pembiaran, tetap keselamatan dan kenyamanan menjadi tanggung jawab pemerintah. Dalam hal ini pemerintah harus memberikan warning atau solusi. Artinya di sini pemerintah harus memberikan solusi agar warga tidak menjadi korban.
“Kami akan berkoordinasi dengan komisi C, bila perlu dilakukan sidak di titik titik mana lubang itu dan langkah apa yang harus di lakukan,” pungkasnya. (Titi)