MENU

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Gen Z Harus Hadir Dalam Kehidupan Berpolitik dan Berdemokrasi

3 menit membaca View : 3
admin
Politik - 05 Nov 2026

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Gen Z harus hadir dalam kehidupan berpolitik dan berdemokrasi, Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih dalam acara Delta Podcast yang digelar KPUD Kabupaten Sidoarjo. Rabu (4/11/2026).

“Hari ini kita dihadapkan pada sebuah fakta bahwa sesuai data yang ada nanti di pemilu 2029 jumlah pemilih pemula atau Gen Z ini lebih banyak dari pada pemilih lanjut usia seperti kita ini. Dengan perbandingan usia Gen Z dibanding usia tua = 60% : 40%,” ungkapnya.

Lanjut Nasih, maka mindset kita terkait demokrasi harus berbeda karena Gen Z sekarang tidak hanya butuh sekedar wani Piro nomor Piro tetapi anak muda sekarang merasa bagaimana saya harus terlibat di dalamnya.

“Kita harus melibat melibatkan Gen Z dalam menyampaikan proses perencanaan, pembangunan dan kebaikan di Sidoarjo ini. Peran mereka oleh pemerintah harus diakomodir,” ungkapnya.

Masih kata Nasih, beberapa keterlibatan Gen Z misalnya Musrenbang remaja, dialog bersama Gen Z. Dengan adanya keterlibatan Gen Z ini maka mereka tidak antipati terhadap politik, tidak antipati terhadap partai politik, tidak antipati terhadap demokrasi.

“Demokrasi versi anak muda harus di bangun terus. Oleh karena itu literasi-literasi terkait demokrasi harus dikembangkan oleh KPU, Bawaslu, DPRD dan Pemerintah. Sehingga anak-anak kita semakin paham bahwa mereka terlibat dalam demokrasi ini adalah untuk kebaikan daerahnya,” ungkapnya.

Masih kata Nasih, Gen Z sekarang ini butuh isu yang bisa menjadi kanal bagi mereka untuk berkiprah, ini kalau tidak diarahkan bisa liar. Oleh karena itu jika ada isu maka anak-anak muda ini, kita ajak berdiskusi untuk memecahkan sesuai dengan versi mereka.

Menanggapi program KPU Sidoarjo Go to school jemput pemilih pemula, untuk memberikan pendidikan pemilih kepada anak anak muda, H. Abdillah Nasih menyampaikan untuk menanamkan jiwa demokratisasi untuk berkehidupan demokrasi harus dijalankan terus menerus, tidak hanya menjelang pemilu. Hal ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena ketika keliru memaknai proses demokrasi hal semacam ini akan memiliki persepsi yang berbeda.

“Anak-anak muda harus dipahamkan politik sejak awal, mereka harus diberikan pendidikan politik itu sejak dini agar mereka berpikir. Kita berpolitik tidak hanya memilih pemimpin tetapi bagaimana politik ini bisa mengubah sesuatu yang tidak baik menjadi baik, untuk pendidikan yang murah, kehidupan yang layak, kehidupan yang terjangkau. Maka dari sinilah anak-anak muda akan berpikir,” ucapnya.

Nasih juga menyampaikan kami sangat apresiasi terhadap program KPU terkait pendidikan pemilih. Karena saya yakin di era kebebasan seperti ini, tidak semua adik-adik kita memiliki pemikiran yang sama terkait partai politik, terkait DPRD. Maka dari sinilah mari kita sama-sama terjun untuk program KPU.

Nasih juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Sidoarjo terutama para Gen Z yakni jangan pernah merasa bahwa politik bukan urusan kita. Karena ketika kita tidak peduli dengan politik keputusan politik tetap akan dibuat dan keputusan itu akan berpengaruh terhadap kehidupan kita.

“Gunakan hak pilih dan gunakan media sosial dengan bijak,” pungkasnya. (Titi)

Join Channel Pena-Indonesia.com untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
Bagikan Disalin
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT. PENA INDONESIA MUKTI
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

Yuk, Bergabung Menjadi
Kontributor/Wartawan
Media Online Pena-Indonesia!

📄 Cek Syaratnya Hubungi Sekarang Juga

Mau Pasang Advertorial
dan Kerja Sama
Media Partner?

Hubungi Sekarang Juga
x
CLOSE ADS