MENU

UHT Surabaya Menggelar Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Sularsih Drg. MKes., FICD

6 menit membaca View : 66
admin
Daerah - 13 Agu 2026

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya menggelar pengukuhan guru besar Prof. Dr. Sularsih Drg. MKes., FICD. Rabu 12 Agustus 2026.

Acara yang digelar di gedung Graha Samudra Ganesa ini dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur; Ketua Pembina, Ketua Pengawas, dan Ketua Pengurus Yayasan Nala beserta jajaran; Ketua dan segenap Anggota Senat Universitas Hang Tuah; Ketua Dewan Guru Besar dan segenap Para Guru Besar Universitas Hang Tuah, Para pimpinan perguruan tinggi mitra, serta tamu undangan; Para Wakil Rektor, Dekan, pimpinan satuan kerja, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Hang Tuah; Keluarga besar Prof. Dr. Sularsih, drg., M. Kes., FICD;

Dalam sambutannya rektor Universitas Hang Tuah, Dr. Ir. Avando Bastari, M. Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan dalam rangka Pengukuhan Prof. Dr. Sularsih, drg., M. Kes., FICD sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, dengan kepakaran Bahan Alam dan Polimer Alami Kedokteran Gigi.  Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Universitas Hang Tuah, saya menyampaikan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prof. Sularsih beserta keluarga.

“Di tengah transformasi pendidikan tinggi, revolusi kecerdasan artifisial, dan tuntutan hilirisasi riset, kehadiran seorang Guru Besar menjadi semakin penting sebagai pengarah arah keilmuan dan inovasi nasional,” ucapnya.

Lanjut Rektor UHT, hari ini bukan semata-mata tentang bertambahnya satu Guru Besar. Hari ini adalah tentang bertambahnya satu kekuatan intelektual Universitas Hang Tuah. Bertambahnya satu pusat keunggulan keilmuan. Dan yang lebih penting, bertambahnya tanggung jawab kita untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mencermati orasi ilmiah Prof. Sularsih yang berjudul “Pemanfaatan dan Potensi Bahan Alam Laut (Kitosan) yang Mendukung Pengembangan Material yang Inovatif di Bidang Kedokteran Gigi.” Bagi saya, orasi ini mempunyai makna istimewa. Mengapa?Karena di dalamnya kita menemukan pertemuan yang sangat indah antara laut, ilmu pengetahuan, inovasi, kesehatan, dan jati diri Universitas Hang Tuah,” jelasnya.

Masih kata Avando Prof. Sularsih menunjukkan bahwa sesuatu yang selama ini dapat dipandang sebagai limbah hasil laut—seperti cangkang udang, kepiting, dan lobster—melalui ilmu pengetahuan dapat diolah menjadi kitosan, sebuah biomaterial yang memiliki nilai dan potensi tinggi dalam kedokteran gigi.

“Di sinilah saya melihat pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar persoalan material kedokteran gigi. Ilmu pengetahuan mampu mengubah sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi sumber nilai baru,” jelasnya.

Avando menambahkan inilah hakikat inovasi. Dan inilah pula salah satu wajah Ekonomi Biru berbasis ilmu pengetahuan yang perlu terus kita kembangkan di Universitas Hang Tuah.

Avando juga menyampaikan kajian Prof. Sularsih juga menunjukkan perubahan paradigma yang sangat menarik dalam ilmu material kedokteran gigi. Dari sekadar material yang digunakan untuk “memperbaiki”, menuju biomaterial yang mampu membantu tubuh untuk “meregenerasi.”

“Menurut saya, filosofi ini sangat relevan, bahkan melampaui bidang kedokteran gigi. Perguruan tinggi masa depan tidak cukup hanya mampu menyelesaikan persoalan yang sudah terjadi. Perguruan tinggi harus mampu menciptakan solusi baru, mengantisipasi masa depan, dan membangun kehidupan yang lebih baik melalui ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Masih kata Avando, seorang Guru Besar tidak cukup hanya menjadi ilmuwan yang sangat menguasai bidangnya. Guru Besar harus menjadi pemimpin intelektual yang mempunyai konsep academic leadership sehingga mampu membangun ekosistem riset; menghubungkan universitas dengan industri; memengaruhi kebijakan; menghasilkan inovasi berdampak.

“Guru Besar harus mampu membangun school of thought, melahirkan peneliti-peneliti baru, mempertemukan berbagai disiplin ilmu, serta membawa hasil penelitian keluar dari laboratorium menuju kemanfaatan nyata,” ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, Avando sangat mengapresiasi bahwa perjalanan penelitian Prof. Sularsih tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Penelitian mengenai kombinasi kitosan dan Aloe vera telah dikembangkan untuk mendukung regenerasi tulang alveolar, termasuk melalui teknologi biomaterial scaffold, suatu material biokompatibel kedokteran gigi dengan tissue engineering yang dirancang sebagai kerangka tiga dimensi (3D) untuk mendukung pertumbuhan, perlekatan, proliferasi, dan diferensiasi sel, bagi pertumbuhan jaringan tulang baru.

Orasi Guru Besar Sularsih pada 12 Agustus 2026, sangat membanggakan, hasil penelitian tersebut telah menghasilkan dua Paten Sederhana atas scaffold kombinasi kitosan dan Aloe vera beserta proses pembuatannya. Hal itu menunjukkan bahwa penelitian yang dikembangkan sudah siap menuju hilirisasi. Inilah arah riset yang kita inginkan di Universitas Hang Tuah.

Di akhir sambutannya Avando memberikan pesan penting tentang bagaimana kita memaknai jati diri kelautan dan kemaritiman Universitas Hang Tuah.

“Kemaritiman tidak boleh kita pahami secara sempit hanya sebagai kapal, pelabuhan, atau teknologi kelautan. Kemaritiman adalah sebuah ekosistem keilmuan. Di dalamnya terdapat teknologi, kesehatan, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, psikologi, hukum, ekonomi, sosial, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Karena itu saya ingin mendorong agar ke depan semakin banyak penelitian di Universitas Hang Tuah yang berangkat dari kekayaan sumber daya laut Indonesia dan dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin menjadi inovasi yang memiliki nilai akademik, nilai kesehatan, nilai ekonomi, bahkan nilai strategis bagi bangsa,” ucapnya.

Lanjut Avando laut Indonesia jangan hanya menjadi objek yang kita banggakan. Laut harus menjadi sumber ilmu pengetahuan, sumber inovasi yang diakui dan dimanfaatkan oleh komunitas ilmiah global serta sumber kesejahteraan. Dan hari ini, Prof. Sularsih telah menunjukkan salah satu jalannya.

“Saya juga ingin menyampaikan pesan kepada seluruh dosen Universitas Hang Tuah. Pengukuhan Guru Besar jangan hanya kita pandang sebagai keberhasilan personal seorang dosen. Setiap Guru Besar yang dikukuhkan harus menjadi inspirasi dan pembuka jalan bagi lahirnya Guru Besar berikutnya. Universitas membutuhkan semakin banyak Guru Besar bukan sekadar untuk memenuhi indikator akreditasi atau pemeringkatan, tetapi karena universitas yang besar dibangun oleh tradisi keilmuan yang kuat, keberanian melahirkan gagasan baru, dan keberlanjutan regenerasi akademik. Karena itu, kepada Prof. Sularsih, setelah pengukuhan hari ini saya titipkan satu amanah. Jangan berjalan sendirian menuju puncak akademik,” ungkapnya.

“Ajaklah dosen-dosen muda untuk ikut mendaki. Bangun kelompok riset yang kuat. Perluas kolaborasi nasional dan internasional. Lahirkan peneliti baru, doktor baru. Sebab warisan terbesar seorang Guru Besar pada akhirnya bukan hanya berapa banyak artikel yang ditulis atau paten yang dihasilkan. Warisan terbesar seorang Guru Besar adalah ilmu yang terus hidup dan generasi akademik yang tumbuh sesudahnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Sularsih, drg., M.Kes., FICD selaku guru besar yang dilantik menyampaikan pada penelitian saya mengembangkan hasil alam laut yakni kitosan. Pengolahan limbah kulit dari krustacea bisa diolah menjadi kitosan yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk inovasi bidang kedokteran gigi.

“Sesuai dengan kepakaran saya pada ranting ilmu di bidang bahan alam dan polimer alami makanya kami melakukan penelitian untuk menggali sumber alam dari laut untuk bisa di manfaatkan bidang kedokteran gigi,” pungkasnya.(Titi)

Join Channel Pena-Indonesia.com untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
Bagikan Disalin
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT. PENA INDONESIA MUKTI
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

Yuk, Bergabung Menjadi
Kontributor/Wartawan
Media Online Pena-Indonesia!

📄 Cek Syaratnya Hubungi Sekarang Juga

Mau Pasang Advertorial
dan Kerja Sama
Media Partner?

Hubungi Sekarang Juga
x
CLOSE ADS