

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Tunas Indonesia Raya (Tidar) sayap Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo Resmi dikukuhkan. Minggu (25/10/2025).
Acara yang digelar di Kedai Tepi Teras ini dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi Gerindra Achmad Muzayin Syafriial, Kepala Dinas Pemuda dan olah raga Sidoarjo Rudy Setyawan, Perwakilan NasDem muda, Sekretaris PD Tidar Jawa Timur, Ketua dan anggota Tidar Kabupaten Sidoarjo.
Sekretaris PD Tidar Jawa Timur dr. Dwi Wijayanto menyampaikan hari ini merupakan acara Tunas 1, 2 dan pengukuhan PC – PAC Tidar. Kami sangat mengapresiasi Ketua Tidar Sidoarjo karena Sidoarjo ini merupakan Kabupaten Pertama yang sudah membentuk kaderisasi hingga tingkat PAC, ini merupakan suatu langkah yang cukup bagus meskipun baru di anggap 60 persen. Seiring berjalannya waktu nanti kita akan berkoordinasi dengan Ketua PC se-Jawa Timur untuk segera melakukan kaderisasi hingga tingkat PAC.
“Target kami bukan 90 persen atau 100 persen tapi target kami adalah selalu melangkah lebih baik dari hari ke hari dan dari bulan ke bulan untuk meningkatkan Kaderisasi dan peningkatan suara anak-anak muda di Jawa Timur untuk pak Prabowo. Kami berusaha semaksimal mungkin dan kita memberikan keleluasaan kepada kawan-kawan di Tidar untuk menjaring seluruh kader hingga tingkat PAC,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tidar Sidoarjo Jisam K.Z Awan menyampaikan Terkait program Tidar Kabupaten Sidoarjo insya Alloh pada bulan November nanti akan kita gelar pembagian becak dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang bekerja sama dengan Tidar.
“Kita juga membantu mendistribusikan PIP Gratis kepada masyarakat,” ucapnya.
Disinggung banyaknya PAC yang hadir Jisam menyampaikan untuk yang hadir hari ini ada 11 PAC, sebenarnya sudah terbentuk 13 PAC. Dalam waktu yang akan datang pembentukan PAC akan kita maksimalkan dan tahun 2027 akan kita bentuk hingga tingkat ranting.
Masih di tempat yang sama, Kabid Pengembangan Peranan Perempuan PP Tidar Shalimar Anwar Sani menyampaikan posisi teman-teman Tidar dari pusat hingga ranting, kami ini sebagai corong kabar baik dan kami ini juga sebagai pewarta riel dari program-program premium pak Presiden, karena sering kali program baik pak Presiden sering dihantam oleh isu-isu yang tidak baik. Maka dari itu kami sebagai kader Tidar kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa program prioritas Presiden tujuannya apa, maksudnya apa dan manfaatnya seperti apa untuk rakyat di Indonesia.
“Kami di sini bukan semata-mata memakai seragam tidar saja. Kami di sini menjadi kader dan kaki tangan presiden untuk menyampaikan semua manfaat program prioritas Presiden, salah satunya program MBG ini,” jelasnya
Shalimar juga menyampaikan bahwa adil itu bukan berarti 1+1 = 2 tapi bagaimana MBG itu bisa menyentuh masyarakat dari semua lini. Misalnya ada masyarakat yang kontra dengan program MBG dengan alasan anaknya tidak memerlukan MBG, tapi bisa kita lihat di daerah-daerah yang lainnya yang sangat memerlukan MBG dan sangat bersyukur dengan adanya MBG ini.
Disinggung mengenai mengenai SLHS palsu Shalimar menyampaikan bahwa kalau terjadi penyimpangan di daerah kami lah yang paling kritis untuk melawan karena itu dianggap merusak program baik pak Presiden.
Terkait keterlibatan perempuan di tunas Shalimar menyampaikan bahwa perempuan di tunas sangat aktif karena tunas 1 dan 2 merupakan pendidikan dasar di Tidar dan program perempuan dan politik adalah program utama. Dari situ bisa kita lihat bahwa kita memperkuat keterwakilan perempuan bukan hanya hanya dalam sisi prosentasenya saja tetapi juga kemampuan kader. Kemampuan kader perempuan Tidar sudah dipikirkan sejak dari tunas 1 dan 2, Karena program perempuan dan politik adalah program utama bukan program pendamping.
“Melalui tunas 1 dan 2 ini Ketua umum kami Rahayu Saraswati memberikan perhatian yang khusus bagaimana perempuan Indonesia yang berdaya ini bisa berkembang,”pungkasnya. (Titi)