Pukulan Bagi Peternak Ayam Petelur Ketika Harga Jual Telur Turun dan Harga Pakan Ayam Naik

3 menit membaca View : 0 View
admin
Terupdate - 21 Jul 2026

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Penurunan harga telur ayam dalam beberapa waktu terakhir menjadi pukulan bagi para peternak. Harga jual telur yang terus melemah dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat, terutama harga pakan.

Kondisi tersebut dirasakan pemilik peternakan telur omega-3 di Jalan Bogem RT 05 RW 02, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Lukman Eko Budianto. Menurutnya, biaya pakan menjadi beban terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur yang dikelolanya.

Lukman mengungkapkan, usaha peternakan tersebut berawal dari bantuan dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sidoarjo yang disertai pelatihan budidaya ayam petelur. Dari pengalaman itu, ia kemudian mengembangkan usaha telur omega-3 dengan menerapkan pola pakan khusus.

“Ayamnya sebenarnya sama seperti ayam petelur pada umumnya. Yang membedakan adalah pola pakannya. Kami menambahkan premiks khusus omega-3 serta sayuran agar menghasilkan telur yang lebih berkualitas,” ujar Lukman saat ditemui di peternakannya Kebonagung, Sidoarjo, Selasa (21/7/2026).

Namun, kata dia, peningkatan kualitas produk juga diikuti kenaikan biaya produksi.

“Kesulitan terbesar sekarang ada di biaya pakan. Harga pakan terus naik. Satu sak pakan sekarang sekitar Rp375 ribu. Itu belum termasuk biaya premiks omega-3 dan perawatan ayam,” kata Lukman.

Lukman menjelaskan, telur omega-3 yang diproduksinya dipasarkan dengan harga Rp2.000 per butir. Sementara kemasan isi 10 butir dijual Rp20.000 dan kemasan isi enam butir dijual Rp12.000.

Ia menilai harga telur omega-3 relatif lebih stabil dibanding telur ayam ras yang dijual berdasarkan kilogram. “Saat ini, harga telur ayam ras di tingkat peternak berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram, sedangkan biaya produksi terus mengalami kenaikan,” jelasnya.

Untuk pemasaran, Lukman mengaku masih mengandalkan jaringan pertemanan. Produknya belum masuk ke jaringan Koperasi Desa (Kopdes) maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sementara ini masih dari teman ke teman. Belum masuk ke Kopdes atau MBG karena usaha kami masih skala rumahan,” imbuhnya.

Saat ini, peternakan miliknya memiliki sekitar 71 ekor ayam petelur produktif, dengan kapasitas kandang yang mampu menampung hingga 600 ekor apabila usaha dikembangkan.

Selain persoalan biaya produksi, peternak juga menghadapi tantangan saat terjadi pergantian musim. Perubahan cuaca kerap memicu gangguan kesehatan pada ayam sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Kalau ada ayam yang sakit langsung dipisahkan, diobati sekitar tiga sampai empat hari. Kalau sudah sembuh baru dikembalikan ke kandang. Biosekuriti juga kami jaga dengan penyemprotan disinfektan setiap dua hari sekali agar tidak membawa virus,” katanya.

Pemilik peternak ayam telur ini menyambut baik program ketahanan pangan yang digagas pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut berpotensi membuka lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat sektor pertanian dan peternakan di desa.

Lukman juga menaruh harapan besar terhadap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat distribusi hasil produksi masyarakat.

“Kalau Kopdes bisa menyerap hasil produksi peternak, kami tidak lagi kesulitan memasarkan telur. Selain itu, pakan dan kebutuhan peternak juga bisa disalurkan melalui KDMP sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek,” tuturnya.

Menurut Lukman, keberadaan KDMP tidak akan mengganggu minimarket modern karena memiliki segmen yang berbeda. Ia menilai KDMP lebih difokuskan untuk menjual barang subsidi serta produk-produk unggulan desa.

“Harapan saya ke depan, semua hasil produksi peternak bisa ditampung KDMP. Dengan begitu peternak tinggal fokus meningkatkan produksi tanpa khawatir soal pemasaran,” pungkasnya.(Titi)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Follow Whatsapp Channel Pena-Indonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari
Bagikan Disalin

Sertifikat SMSI Jawa Timur

Dapatkan berita terbaru!

Ikuti Pena-Indonesia untuk info terupdate langsung di HP Anda

x
x
x