Perkuat Ketahanan Pangan Desa Kebonagung Kembangkan Budidaya Melon dan Ayam Petelur

2 menit membaca View : 3
admin
Terupdate - 22 Jul 2026

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Pemerintah Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain membudidayakan melon, desa juga mengembangkan ayam petelur penghasil telur omega, lele, hingga tanaman pangan di atas lahan kas desa.

Kepala Desa Kebonagung H. Akhmad Awaludin mengatakan, program ketahanan pangan desa telah dianggarkan dan seluruh pengelolaannya dipercayakan kepada BUMDes. Selama ini, BUMDes memanfaatkan lahan tanah kas desa (TKD) seluas 2,2 hektare untuk berbagai sektor budidaya.

“Lahan ini kami manfaatkan untuk budidaya melon lele, padi, dan jagung. Semua menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa,” kata Awaludin kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, budidaya melon menjadi salah satu program yang menunjukkan hasil positif. Hingga kini, BUMDes telah dua kali melakukan panen. Pada panen perdana, hasil penjualan mampu mengembalikan seluruh modal usaha. Sementara panen kedua sudah mulai menghasilkan keuntungan.

Saat ini, lahan kembali ditanami melon untuk menghadapi musim panen berikutnya. Dalam pengelolaannya, pemerintah desa juga memberdayakan warga sekitar yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang budidaya melon.

“Kami sengaja melibatkan warga yang memang ahli agar hasil budidayanya maksimal sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Tak hanya berfokus pada hasil panen, Pemdes Kebonagung juga mengembangkan konsep wisata petik melon. Pada panen kedua, masyarakat diberi kesempatan memetik langsung buah melon dari kebun yang berada di lahan kas desa di samping Kantor Desa Kebonagung.

Konsep tersebut mendapat respons positif dari warga. Pemerintah desa turut membantu promosi dengan menyebarkan informasi melalui ketua RT dan masyarakat setempat. Melon dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.

“Animo masyarakat cukup tinggi. Pengunjung bisa memetik sendiri, kemudian ditimbang dan langsung dibawa pulang,” jelasnya.

Lokasi kebun yang berada di tepi jalan dengan area parkir yang luas juga menjadi nilai tambah karena mudah dijangkau pengunjung.

Ke depan, wisata petik melon akan terus dikembangkan. Tidak hanya sebagai tempat menikmati hasil panen, tetapi juga menjadi wisata edukasi budidaya melon sehingga masyarakat dapat belajar proses penanaman hingga panen.

Selain melon, BUMDes juga mengembangkan budidaya ayam petelur yang menghasilkan telur omega sebagai bagian dari diversifikasi program ketahanan pangan desa. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan BUMDes sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat Desa Kebonagung.(Titi)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Follow Whatsapp Channel Pena-Indonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari
Bagikan Disalin

Mau Pasang Iklan atau Kerja Sama Pemberitaan?

Pena-Indonesia.com
Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya.

📱 Hubungi Sekarang

Sertifikat SMSI Jawa Timur

Dapatkan berita terbaru!

Ikuti Pena-Indonesia untuk info terupdate langsung di HP Anda

x
x
x