

pena-indonesia.com – Surabaya. Kantor SAR Kelas A Surabaya mengakhiri kegiatan monitoring aktif terhadap KMP Mutiara Sentosa II, pada Minggu (8/8/2026), setelah berupaya selama empat hari melakukan penyisiran dan pemantauan di perairan utara Madura.
Penghentian monitoring aktif ini dilakukan pada hari ketujuh sejak insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II. Keputusan itu disampaikan Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit P.H., saat menyambut kedatangan Helikopter BASARNAS yang digunakan untuk melakukan pemantauan udara.
Monitoring aktif telah dilakukan Kantor SAR Kelas A Surabaya sejak status operasi SAR dialihkan menjadi kegiatan pemantauan. Kegiatan tersebut dimulai, pada Rabu (5/8/2026), dengan mengerahkan personel dan sejumlah Alut SAR untuk menyisir perairan utara Madura.
Penyisiran dari jalur laut dilakukan menggunakan KN SAR 249 Permadi dan satu unit RIB Pos SAR Sumenep. Sementara itu, pemantauan dari udara dilakukan dengan mengerahkan Helikopter BASARNAS AW139 HR1301.
Pengerahan sarana tersebut dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian untuk mencari tanda-tanda keberadaan KMP Mutiara Sentosa II maupun korban yang mungkin belum ditemukan.
Nanang mengatakan, keputusan mengakhiri monitoring aktif dilakukan setelah tidak ditemukan indikasi keberadaan KMP Mutiara Sentosa II atau korban yang mungkin belum ditemukan.
“Dengan tidak adanya tanda-tanda korban yang mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri kegiatan monitoring aktif. Selanjutnya, beralih posisi standby untuk kondisi kedaruratan yang lain,” kata Nanang.
Dengan berakhirnya monitoring aktif tersebut, Kantor SAR Kelas A Surabaya kembali menempatkan personelnya dalam posisi siaga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi kejadian kedaruratan dan operasi SAR lainnya. (Titi)