

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Yayasan Advokasi Perlindungan Konsumen (YALPK) DPD Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi sosial pembagian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite secara gratis kepada ratusan pengemudi ojek online (ojol) di SPBU Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Desa Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah advokasi konkret untuk merespons fluktuasi biaya operasional harian yang kian menekan pendapatan para pekerja sektor transportasi daring.
Ketua DPD YALPK GROUP Sidoarjo, M. Aditya Fathurahman, S.H., CPLA., menyampaikan bahwa pembagian BBM gratis ini bukan sebatas aksi spontan, melainkan bagian dari riset lapangan dan edukasi advokasi dalam mendampingi masyarakat rentan konsumen energi harian.
“Pengemudi ojol adalah konsumen energi yang bertindak sebagai penggerak roda ekonomi daerah. Beban operasional mereka cukup tinggi, sementara margin pendapatan fluktuatif. Aksi berbagi Pertalite ini merupakan simbol solidaritas sekaligus komitmen YALPK DPD Sidoarjo untuk terus hadir di tengah masyarakat,” tegas Aditya di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum YALPK, H. Edy Tarigan, S.H., M.H. (H. Etar), menyampaikan bahwa ranah perlindungan konsumen tidak boleh terbatas pada pendampingan hukum di pengadilan semata, melainkan harus menyentuh aspek daya beli dan kesejahteraan masyarakat kelas bawah.
“Para pengemudi ojol adalah garda terdepan konsumen energi produktif. YALPK hadir untuk memastikan hak-hak masyarakat kecil sebagai konsumen tetap terlindungi. Kami mendesak pemerintah dan penyedia jasa layanan transportasi untuk lebih memperhatikan kesejahteraan serta keterjangkauan biaya operasional mereka,” tutur H. Etar.
Sementara itu, Ketua Harian YALPK Group, Bramada Pratama Putra, S.H., CPLA., menjelaskan bahwa serapan aspirasi di lapangan akan diproyeksikan menjadi bahan kajian kebijakan perlindungan konsumen yang lebih luas.
“Aspek keterjangkauan energi adalah kunci daya tahan ekonomi pengemudi ojol. Melalui aksi ini, kami juga melakukan pemetaan lapangan mengenai sejauh mana fluktuasi harga bahan pokok dan BBM mempengaruhi pendapatan bersih mereka. Hasil dari serapan aspirasi ini akan kami formulasikan menjadi rekomendasi kebijakan perlindungan konsumen yang komprehensif,” jelas Bramada.
Komitmen pendampingan ini dipastikan tidak berhenti pada satu momentum saja. Koordinator Lapangan (Korlap) YALPK Group Jawa Timur, Berdy Ferdianto, CPLA., mengungkapkan bahwa aksi sosial ini bakal dijadikan agenda tetap berkala.
“Kegiatan sosial ini akan kami lakukan secara rutin setiap bulan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap teman-teman ojol. Kita harus ingat, mereka adalah garda terdepan di sektor transportasi sekaligus konsumen aktif energi. Sudah sepantasnya keberlanjutan ekonomi mereka mendapat perhatian penuh,” kata Berdy di lokasi acara.
Di lapangan, ratusan pengemudi ojol tampak mengantre secara tertib menunggu giliran pengisian BBM. Kehadiran program ini mendapat sambutan hangat dari para pengemudi yang merasakan langsung manfaat pengurangan beban operasional.
Slamet, salah seorang pengemudi ojol yang menerima manfaat, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif YALPK DPD Sidoarjo.
“Bantuan BBM ini sangat berarti bagi kami. Di tengah tuntutan kebutuhan harian yang tinggi, pengisian BBM gratis seperti ini langsung menghemat pengeluaran harian kami untuk narik,” ujar Slamet
Melalui sinergi pemetaan biaya dan bantuan langsung ini, YALPK DPD Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal hak-hak konsumen di Sidoarjo baik dari sisi kepastian layanan publik, keterjangkauan harga, maupun formulasi kebijakan hukum yang memihak rakyat kecil.(Titi)