MENU

BGH Pertama di Sidoarjo Segera Hadir di Ponpes Al Khoziny 

2 menit membaca View : 5
admin
Proyek - 28 Okt 2026

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Bangunan Gedung Hijau (BGH) hadir di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Putra segera dirampungkan oleh PT Waskita Karya (Persero). Proyek prestisius ini mencatat sejarah baru sebagai bangunan gedung hijau (green building) ramah lingkungan pertama di Kabupaten Sidoarjo.

Kasie Keuangan&SDM Proyek Ponpes Al Khoziny dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Yogi Rifqi, mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini sudah berjalan sesuai rencana (on time) dan selesai pada 31 Oktober 2026.

“Progres hingga hari ini sudah mencapai 98,4 persen dan target selesai akhir Oktober ini,” ujar Yogi saat ditemui di Sidoarjo, Rabu (28/10/2026).

Yogi menjelaskan, proyek bernilai Rp 122 miliar yang bersumber dari APBN Kementerian PU Tahun Anggaran 2026 ini dikerjakan selama 10 bulan. Kompleks ponpes berdiri di atas lahan seluas 4.156 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 8.460 meter persegi yang terbagi dalam tiga gedung utama.

Sementara itu, Kepala Lapangan Proyek Pembangunan Ponpes Al Khoziny, Muhammad Zaki Ulil Albab, merinci fasilitas dari ketiga gedung tersebut. Bangunan pertama difokuskan untuk sarana pendidikan setinggi lima lantai—mulai dari aula, ruang administrasi, ruang guru, perpustakaan, laboratorium komputer, hingga ruang kelas untuk jenjang MI, MTs, dan Aliyah.

Adapun bangunan kedua berupa masjid lima lantai yang terintegrasi langsung dengan gedung pendidikan. Sedangkan bangunan ketiga adalah gedung hunian santri setinggi empat lantai dengan kapasitas mumpuni.

“Di belakang masjid ada bangunan hunian 4 lantai, di mana masing-masing lantai terdapat 10 kamar dengan kapasitas 16 santri per kamar,” jelas Zaki.

Usung Konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH)

Ada hal menarik dari kompleks Ponpes Al Khoziny ini. Zaki menegaskan bahwa penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) bukan sekadar memperbanyak tanaman, melainkan memenuhi standar teknis bangunan dengan kinerja terukur dalam efisiensi energi, air, serta sumber daya lainnya.

Desain gedung dirancang khusus agar sirkulasi udara dan pencahayaan alami optimal, sehingga mampu menghemat konsumsi listrik secara signifikan.

Selain itu, gedung ini juga dilengkapi teknologi modern seperti Sewage Treatment Plant (STP) untuk pengolahan limbah cair serta penampungan air hujan melalui Ground Water Tank (GWT) berkapasitas 182 meter kubik.

“Dengan adanya STP dan GWT ini, kita bisa menghemat konsumsi air bersih secara signifikan karena adanya sistem daur ulang (recycle) air,” pungkas Zaki.(Titi)

Join Channel Pena-Indonesia.com untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
Bagikan Disalin
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT. PENA INDONESIA MUKTI
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

Yuk, Bergabung Menjadi
Kontributor/Wartawan
Media Online Pena-Indonesia!

📄 Cek Syaratnya Hubungi Sekarang Juga

Mau Pasang Advertorial
dan Kerja Sama
Media Partner?

Hubungi Sekarang Juga
x
CLOSE ADS