

pena-indonesia.com – Surabaya. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang korban yang dilaporkan tenggelam di Sungai Jagir, dekat rel kereta api, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, pada Senin (26/10/2026). Korban ditemukan pada pukul 14.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD).
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya dari anggota BPBD Kota Surabaya pada pukul 10.55 WIB. Berdasarkan laporan saksi, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Sungai Jagir, tepatnya di sebelah kiri pintu air Sungai Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Surabaya segera diberangkatkan pada pukul 11.15 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.48 WIB. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan asesmen, dilanjutkan dengan briefing serta pembagian tugas bersama unsur SAR gabungan untuk menentukan strategi pencarian dan evakuasi korban.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., menyampaikan bahwa operasi pencarian dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergi berbagai unsur SAR yang terlibat. Upaya pencarian dilakukan dengan metode penyelaman.
“Sekitar pukul 14.00 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan melalui pencarian bawah air sekitar 12 meter dari lokasi kejadian,” ujar Nanang Sigit.
Setelah berhasil ditemukan, korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Dari hasil identifikasi diketahui bahwa korban merupakan Sudjarno (71), warga Tambaksawah, Waru, Sidoarjo.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Brimob, Polsek Wonokromo, Inafis Bhayangkara, Satpol PP Kota Surabaya, Satpol PP Kecamatan Wonokromo, Ditsamapta, Dinas Sosial, serta sejumlah organisasi potensi SAR dan masyarakat setempat.
Nanang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan operasi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam operasi ini. Sinergi, koordinasi, dan respons cepat seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan,” tambahnya.(Titi)