MENU

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo : Inovasi Benar-Benar Dapat Menyelesaikan Persoalan di Masyarakat

2 menit membaca View : 3
admin
Pemerintahan - 17 Sep 2026

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Inovasi pemerintah tidak boleh berhenti sebatas gagasan maupun sekedar mengejar penghargaan. Setiap inovasi harus mampu menjawab persoalan daerah, memperbaiki tata kelola pemerintah, serta menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, saat launching Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026 di Pendopo Wibawa, Rabu (16/9). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari UPT, puskesmas, sekolah hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

” Prinsip inovasi adalah perubahan. Tapi perubahan itu tidak hanya sekadar berubah. Bagaimana perubahan ini mampu menyelesaikan PR-PR, mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Sidoarjo,” ujarnya.

Abdillah Nasih menegaskan, peserta KISI tidak semestinya hanya mengejar juara. Yang lebih penting adalah melahirkan gagasan yang mampu memperbaiki pelayanan publik dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di Sidoarjo.

”Semangat peserta KISI bukan untuk sekadar ikut lomba dan mengejar juara, tetapi bagaimana memberikan konsep pelayanan yang lebih baik dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang ada di Sidoarjo lebih cepat. Sehingga persoalan-persoalan yang ada bisa diselesaikan secara lebih efektif dan efisien,” tegasnya.

“Capaian inovasi Sidoarjo sendiri menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, Sidoarjo berada di peringkat 111 kota terinovatif. Setahun kemudian naik ke peringkat 23. Pada 2023 turun ke peringkat 27, sebelum kembali naik ke peringkat 19 pada 2024,” ucapnya

Lanjut Nasih peningkatan berlanjut pada 2025. Sidoarjo berhasil masuk 11 besar kota terinovatif se-Indonesia.

“Ini tidak main-main,”tegas Nasih.

Meski capaian tersebut patut diapresiasi, Abdilah mengingatkan agar prestasi itu tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Ia juga meminta inovasi tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat rutinitas atau sekadar “itu-itu saja”. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar memperbanyak jumlah inovasi.

Pasalnya, hampir setiap tahun muncul ratusan inovasi dari OPD maupun peserta KISI. Persoalan yang lebih penting adalah sejauh mana inovasi tersebut benar-benar memberikan dampak, memperbaiki pelayanan dan menyelesaikan persoalan masyarakat Sidoarjo.(Titi)

Join Channel Pena-Indonesia.com untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
Bagikan Disalin
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT. PENA INDONESIA MUKTI
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

Yuk, Bergabung Menjadi
Kontributor/Wartawan
Media Online Pena-Indonesia!

📄 Cek Syaratnya Hubungi Sekarang Juga

Mau Pasang Advertorial
dan Kerja Sama
Media Partner?

Hubungi Sekarang Juga
x
CLOSE ADS