MENU

Latihan Operasi Amfibi Merupakan Latihan TNI Terintegrasi di Tahun 2026

3 menit membaca View : 9
admin
Pemerintahan - 02 Agu 2026

pena-indonesia.com – Surabaya. TNI Angkatan Laut Koarmada II menggelar Latihan Operasi Amfibi tahun 2026 yang merupakan latihan TNI Terintegrasi di Tahun 2026. Apel Gelar Pasukan tersebut dilaksanakan di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, pada Sabtu (01/8/2026). yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata selaku Direktur Latihan (Dirlat) Matra Laut.

Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026 ini menggabungkan tiga matra TNI diantaranya TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang rencananya akan digelar pada tanggal 4 sampai dengan 6 Agustus 2026 di wilayah Dabo Singkep. Adapun tema yang diusung yakni “kogab TNI melaksanakan operasi di Dabo Singkep guna mengamankan wilayah dan objek vital nasional dalam rangka mempertahankan dan menegakkan kedaulatan NKRI”.

Dalam keteranganya Pangkoarmada RI menjelaskan latihan ini bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan Kogabwilhan TNI untuk melaksanakan kampanye militer dalam rangka menghadapi kemungkinan kontijensi yang diperkirakan akan terjadi.

Sasaran latihan adalah tercapainya kemampuan, keterampilan, kesiapan, dan profesionalisme prajurit TNI; terujinya kemampuan serta kesiapsiagaan sistem senjata terpadu (Alutsista) TNI dalam menghadapi kondisi medan yang sebenarnya; terujinya kemampuan interoperabilitas antar Matra dalam melaksanakan pertempuran; tercapainya kerja sama taktis dan teknis antar unsur kesenjataan dalam organisasi pasukan darat, laut, dan udara; terciptanya sistem komando dan pengendalian serta dukungan administrasi logistik dalam latihan terintegrasi antar Matra; serta terujinya doktrin, prosedur, dan organisasi dalam pelaksanaan kampanye militer maupun operasi gabungan

Adapun materi yang akan dilaksanakan pada latopsfib antara lain operasi peranjauan, renang tempur, infiltrasi dan sabotase bawah laut dengan metode cast dan recovery oleh Satkopaska , operasi siber, penembakan senjata khusus rudal C705, penembakan artileri dari MLRS RM 70 GRAD, drone kamikaze, anti air rapid open fire exercise ( AAROFEX) dengan sasaran drone unmanned aerial vehicle (UAV), serbuan amfibi, serta uji coba unmanned surface vessel (USV) atau kapal permukaan tanpa awak berjenis kamikaze.

Dalam amanatnya Pangkoarmada menyampaikan latihan ini Pangkoarmada berpesan kepada Komandan dan Prajurit yang tergabung dalam latihan ini, Komandan wajib pastikan: prajurit paham skenario, kapal atau senjata atau komunikasi siap, temukan kelemahan saat latihan bukan saat perang. Yaitu :

Harus tegas, cepat mengambil keputusan, dan jaga keselamatan. “Tidak ada sasaran latihan yang lebih berharga daripada keselamatan prajurit”.

Ingatkan jati diri: Prajurit Jalasamudra, pewaris tradisi Majapahit dan Sumpah Palapa Gajah Mada 1336. Bangsa pelaut, petarung, penjaga Nusantara.

Lebih lanjut dalam sambutanya Pangkoarmada RI memberikan beberapa yang harus di laksanakan dalam Latihan, dan tujuan skenario dalam Latihan secara menyeluruh diantaranya, Pastikan personel dan material siap operasi, Perkuat keterpaduan antar unsur, hilangkan ego sektoral. Pegang teguh prosedur, disiplin, dan prinsip keselamatan, optimalkan Sistem komando, pengendalian, dan komunikasi dan Pelihara Mental, Soliditas serta semangat juang.”Pungkasnya.(Titi)

Join Channel Pena-Indonesia.com untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
Bagikan Disalin
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT. PENA INDONESIA MUKTI
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

Yuk, Bergabung Menjadi
Kontributor/Wartawan
Media Online Pena-Indonesia!

📄 Cek Syaratnya Hubungi Sekarang Juga

Mau Pasang Advertorial
dan Kerja Sama
Media Partner?

Hubungi Sekarang Juga
x
CLOSE ADS