

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Sebanyak 5.500 guru ngaji di Kabupaten Sidoarjo menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Tahun ini total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp23 miliar.
Penyerahan insentif dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH,M.Kn di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (19/8) malam.
Bupati Subandi menyebut insentif tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kesejahteraan para guru TPQ.
“Anggaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis guru ngaji dalam membangun karakter dan moral generasi muda sejak usia dini,” katanya.
Setiap guru TPQ penerima akan mendapat insentif Rp350 ribu per bulan atau Rp4,2 juta per tahun. Data penerima telah tercatat dalam aplikasi Education Management Information System (EMIS) milik Kantor Kemenag Sidoarjo.
Bupati Subandi berharap insentif ini memberikan manfaat nyata bagi para guru. Menurutnya, peran guru ngaji tidak hanya mengajarkan baca tulis Al-Quran, tetapi juga membangun fondasi akhlak dan karakter anak-anak Sidoarjo.
“Ayo bareng-bareng membangun mental fondasi anak kita. Pemerintah daerah hadir memberikan insentif guru ngaji, kepingin anak-anak kita dapat fondasi semuanya iso ngaji. Niki yang penting,” ujar bupati.
“Kulo pesen teng panjenengan, ayo sareng-sareng anak-anak kita, Bupati, Wakil Bupati direncangi, minterno anak-anak ben saget ngaji,” pesannya.
Bupati juga menegaskan program insentif guru TPQ akan terus dievaluasi dan diupayakan berkelanjutan. Ia mendorong guru TPQ yang belum terdata di EMIS segera melengkapi administrasi agar mendapat hak yang sama.
“Kalau data EMIS ini masuk, InsyaAllah tetap akan kita realisasikan dalam PAK. Apabila data EMIS-nya semisal 8.000 guru, InsyaAllah Bupati dan DPRD akan merealisasikan 8.000,” ujarnya.
Ketua Forum Komunikasi Kepala (FKK) TPQ Kabupaten Sidoarjo H. Saifullah bersyukur Pemkab Sidoarjo konsisten memberikan insentif sejak 2006.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mulai tahun 2006 sampai hari ini 2026, sudah 20 tahun selalu memberikan insentif kepada guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.
Saifullah akan mendorong guru TPQ menyelesaikan pendataan di EMIS. Pasalnya masih banyak yang belum masuk data sehingga belum bisa menerima insentif sesuai juknis 2024.
“Manakala ada guru-guru TPQ yang belum selesai dan beres untuk EMIS-nya, maka mereka tidak mendapatkan insentif,” ujarnya.
Ia menargetkan 2027 penerima insentif bertambah lebih dari 5.000 guru. Saat ini hampir 85% guru TPQ sudah menyelesaikan EMIS.
“InsyaAllah nanti di 2027 lebih dari 5.000 yang akan mendapatkan insentif karena EMIS-nya sudah terselesaikan,” ucapnya.(Titi)