

pena-indonesia.com – Surabaya. Dalam pelaksanaan operasi SAR, potensi SAR mempunyai peran yang besar terhadap keberhasilan operasi SAR. Sebagai instansi negara yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan SAR, Basarnas juga mempunyai tanggung jawab membina potensi SAR yang kerap terlibat dalam operasi SAR.
Melalui Kantor SAR Surabaya, Direktorat Bina Potensi Basarnas mengadakan Uji Kompetensi untuk potensi SAR di wilayah kerja Kantor SAR Surabaya. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari sejak dibuka langsung oleh Direktur Bina Potensi, Agus Haryono, S.S., M.B.A., pada Selasa (13/10).
Dalam sambutan pembukaannya, Agus menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan, kemampuan, dan kesamaptaan fisik potensi SAR sehingga dapat berkontribusi dalam keberhasilan operasi SAR terutama dalam aspek keselamatan korban maupun tim SAR gabungan.
Keberhasilan operasi SAR memerlukan sinergi dan kerja sama yang baik antara BASARNAS dengan seluruh unsur yang terlibat dalam mendukung operasi SAR yang disebut sebagai potensi SAR. Oleh sebab itu, diperlukan adanya penyamaan kompetensi teknis untuk menjalankan misi pencarian dan pertolongan agar operasi SAR dapat berjalan lancar.
“Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat potensi bencana yang tinggi dari segi alam maupun kecelakaan transportasi, maka dibutuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya tersebut” ungkapnya.
Sebanyak 37 orang potensi SAR mengikuti Uji Kompetensi di bidang Water Rescue dan 42 orang mengikuti Uji Kompetensi di Bidang High Angle Rescue Techinique (HART). Potensi yang mengikuti Uji Kompetensi ini sebelumnya telah lulus dalam pelatihan potensi sesuai skema masing – masing sebelumnya.
Untuk materi yang diujikan kepada peserta meliputi kemampuan medis dasar yakni resusitasi jantung paru (RJP) dan penanganan korban cedera alat gerak. Peserta uji kompetensi HART, peserta diwajibkan bisa mempraktekkan ascend, descend, membuat simpul, dan membuat sistem MAS 3:1.
Sementara, peserta uji kompetensi Water Rescue, peserta diharuskan bisa berenang dengan dua gaya, water trappen, metode pertolongan korban di permukaan air, dan pemasangan serta pengoperasian perahu karet dengan motor tempel.(Titi)