

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Ketika digelarnya rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo, sekelompok anak muda memasuki ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo. Kamis (17/9/2026).
Segerombolan anak muda tersebut adalah Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Anak-anak muda tersebut menyampaikan surat terbuka dan rekomendasi kritis atas Raperda APBD perubahan tahun anggaran 2026. Surat terbuka ditujukan kepada Bupati Sidoarjo dan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Dalam surat terbuka tersebut PMII menyampaikan lima poin evaluasi kritis yakni :
1. Inkonsistensi terhadap RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).
2. Kepatuhan belanja modal terhadap UU HKPD.
3. Optimalisasi sektor kesehatan, stunting dan pendidikan.
4. Beban belanja pegawai dan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai).
5. Kerentanan fiskal dan alokasi BTT (Belanja Tidak Terduga).
Berdasarkan evaluasi tersebut diatas, PC PMII Sidoarjo menuntut pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk :
1. Sinkronisasi total anggaran.
2. Re-alokasi belanja modal.
3. Transparansi TPP berbasis kinerja.
4. Penguatan jaring pengaman sosial.
5. Digitalisasi dan Inovasi PAD.
Surat terbuka ditanda tangani oleh ketua umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta, D.Pd., dan Sekretaris Umum Mochammad Adam Faizal Fanany.
Menanggapi surat terbuka tersebut Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., menyampaikan dengan adanya masukan dan kritikan dari teman-teman PC PMII ini adalah masukan yang luar biasa. Tentu kami melaksanakan pemerintahan sesuai dengan regulasi, kemarin ada efesiensi tentu ini kita lakukan.
“Terimakasih kepada teman-teman PC PMII yang sudah ikut mengawal pembangunan di Sidoarjo. Tentu ini akan kita lakukan koreksi dan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih menyampaikan semua masukan dari teman-teman PC PMII akan kita pelajari. Kami mengucapkan terimakasih atas masukan-masukan dari teman-teman PC PMII.
“Proses pembahasan anggaran ini melalui proses panjang hingga beberapa bulan. Tentunya teman-teman Banggar sangat jeli dan teliti mulai dari RUPA hingga RAPBD nya. Teman-teman Banggar sangat jeli dan teliti untuk mengkritisi melakukan pembahasan untuk kepentingan bersama untuk kemajuan Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya.
Nasih menambahkan Tidak ada pergeseran PAK yang fundamental.
Lanjut Nasih karena ini merupakan sebuah kontrol maka masukkan dari teman-teman PC PMII akan kita terima. Kita lakukan beberapa hal, diantaranya misalnya teman-teman dari komisi C akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan PAK.
“Semua keputusan tidak bisa berubah karena hari ini sudah dilakukan penggedokan,” pungkas Nasih.(Titi)