

pena-indonesia.com – Surabaya. ISILL bersama Universitas Hang Tuah Surabaya menyelenggarakan ISILL Academy On Law Of The Sea. Secara resmi acara dibuka oleh Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. Senin (10/08/2026).
Ketua Indonesian Society of International Law Lecturers (ISILL) Prof. Arie Afriansyah, S.H., MIL., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan, Pengembangan ilmu hukum laut di Surabaya ini sangat penting. Apalagi Surabaya berada di tengah-tengah jalur pelayaran salah satu negara maritim terbesar di dunia, ISTILAH adalah Asosiasi Organisasi Dosen Ilmu Hukum Laut.
“Tujuan acara ini adalah untuk membina para peserta pelatihan. Perlu saya tegaskan bahwa anggota ISILL tidak hanya terbatas pada dosen saja, tetapi juga para guru. Karena guru kita adalah guru, maka mereka juga berhak menjadi anggota,” ungkapnya.
Lanjut Arie kegiatan hari ini tentu tidak akan berhenti sampai di sini. Seperti yang sudah disampaikan Bapak Rektor tadi, beliau nanti akan menjadi mitra utama dalam setiap pengembangan ilmu hukum laut. Pihak kami dari ISILL juga akan terus berkomunikasi dan bersinergi.
Sementara itu, Rektor Universitas Hangtuah (UHT) Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng dalam sambutanya menyampaikan, kita harus menunjukan bahwa bangsa kita berada pada posisi yang memiliki tanggung jawab besar. Terus mengembangkan pemikiran, khususnya dalam konteks internasional, menjadi semakin relevan.
“Di tengah dinamika geopolitik kawasan Pasifik dan meningkatnya tantangan, kita dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tanggung jawab. Salah satunya adalah bagaimana menerima dan menetapkan aturan agar dapat melindungi dan mengelola keanekaragaman hayati laut di wilayah perairan internasional, maupun di wilayah laut lepas yang berada di luar yurisdiksi negara,” jelasnya.
Lanjutnya di saat negara-negara maju semakin besar perhatiannya terhadap perlindungan lingkungan laut, maka kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan pemahaman kuat di bidang Hukum Laut Internasional menjadi semakin mendesak.
“Oleh karena itu, pelatihan yang kita laksanakan pada hari ini memiliki arti yang sangat strategis. Ini adalah bagian dari upaya mempersiapkan akademisi dan praktisi yang mampu menjawab berbagai tantangan tersebut,” ungkapnya.
Masih kata rektor UHT Universitas Hangtuah sejak awal berdirinya telah menempatkan kemaritiman sebagai ciri khas institusi. Pengembangan kemaritiman bukan sekedar bagian dari kulit akademik, tetapi merupakan wujud nyata komitmen kita dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa maritim.Lanjut Rektor.
“Karena itu, kerja sama dengan ISILL Ikatan Sarjana Ilmu Hukum Laut Indonesia ini sangat sejalan dengan arah pengembangan Universitas untuk menjadi pusat keunggulan pendidikan maritim. Pusat yang mampu memberikan kontribusi data dan pemikiran bagi pembangunan nasional,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan kami berharap pelatihan ini menjadi awal terbentuknya jaringan nasional yang semakin kuat. Jaringan yang melahirkan dosen-dosen yang kompeten, penelitian yang berkualitas, serta pemikiran-pemikiran baru yang dapat mendukung kebijakan maritim Indonesia.
Rektor UHT memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada Fakultas Hukum Universitas Hangtuah atas inisiatif dan kerja kerasnya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Serta terjalinnya kerja sama dengan ISIL yang saling menguatkan.
Dan berharap, kerja sama ini tidak berhenti di sini saja, tetapi dapat berkembang menjadi:
1. Program perjanjian penelitian bersama
2. Pertukaran akademisi internasional
3. Pembentukan Pusat Kajian Hukum Laut
Dengan demikian, Universitas dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memposisikan Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki otoritas keilmuan di bidang Hukum Laut Internasional, serta berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan riset dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kemaritiman di Indonesia.
“Dalam pelatihan ini tidak hanya menghasilkan penambahan pengetahuan, tetapi juga melahirkan kolaborasi yang mampu memperkuat pembangunan Indonesia di masa depan.”Pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, praktisi, hingga mahasiswa. Kegiatan ini menurut Ketua Indonesian Society of International Law Lecturers (ISILL) Prof. Arie Afriansyah, S.H., MIL., Ph.D.
Acara ini mengundang para narasumber dan pakar hukum laut internasional di Indonesia maupun mancanegara. Beberapa narasumber yang turut hadir antara lain : Prof Etty R Agoes S.H., LL.M., Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Iwan Isnurwanto S.H., M.A.P., M.Tr.(Han)., Prof. Stuart Kaye, OAM, Prof. Arie Afriansyah, S.H., MIL., Ph.D, Prof. Dra. Sri Wartini, S.H., M.H., Ph.D, Prof. Dhiana Puspitawati, S.H., LL.M., Ph.D, R. Achmad Gusman Catur Siswandi, S.H., LL.M., Ph.D, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Agung Pramono, S.H., M.Hum, Laksamana Pertama TNI Dr. Ali Ridlo, S.H., M.M., M.Tr.Opsla., M.H., Assoc. Prof. Hazmi Mohd Rusli, I Made Arsana, S.T., M.E., Ph.D, Andy Aron, S.H.
Sementara itu Rektor Universitas Hang Tuah Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. Juga menyampaikan bahwa perkembangan kapasitas keilmuan di bidang hukum laut amat penting, mengingat kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairan mencapai dua pertiga dari total wilayahnya. Indonesia sangat penting meningkatkan kemampuan hukum laut internasional guna mengamankan batas teritorial, melindungi kekayaan sumber daya alam, dan memperkuat posisi diplomasi maritim di kancah global.(Titi)