

pena-indonesia.com. Ratusan santri pondok pesantren Manba’ul Hikam diduga mengalami keracunan MBG. Para santri pada awalnya mengeluh pusing, mual-mual serta badan lemes. Selasa (1/8/2026).
Puluhan ambulance mondar-mandir untuk membawa para santri ke rumah sakit. Beberapa ambulance juga parkir di halaman sekolah SD, SMP, SMA Al Islamiyah Putat – Tanggulangin untuk menunggu korban yang berjatuhan.
Salah satu paman korban berinisial (N) dari Kalitengah – Tanggulangin menyatakan bahwa dua keponakan mondok di pondok pesantren Manba’ul Hikam. Kelas XI dan kelas X, Alhamdulillah cuman adiknya saja yang kelas X yang diduga keracunan.
Ada juga wali santri bernama Siti mengungkapkan bahwa anaknya tadi siang jam 13.00 makan ikan telur dan sayur eseng – eseng buncis. Cuman sayurnya kata anak saya terasa kecut.
“Sekarang anak saya mengeluh pusing dan mual – mual. Sekarang anak saya posisi di rumah sakit. Semoga anak saya lekas sehat,” ucapnya.
Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Manba’ul Hikam Gus Bahron Nafi menyampaikan bahwa sebagian santri sudah pulang ke pondok mereka hanya merasakan keluhan ringan yakni pusing – pusing.
“Ada juga yang sudah keluar dari rumah sakit dan meminta izin pulang ke rumah. Pengasuh pondok pesantren pun mengijinkan pulang. Sebagian santri juga menyatakan tetap ingin tinggal di pondok pesantren karena kondisinya sudah membaik,” ungkapnya.
Lanjut Gus Nafi memang ada yang masih perlu dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah mereka diperhatikan dengan baik.
Dirinya membantah terkait korban jiwa dalam kejadian ini, termasuk spekulasi yang menuduh sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok pesantren.
“Saya pastikan itu Hoax sepenuhnya,” ucap Gus Nafi.
Masih kata Gus Nafi, kami menghimbau seluruh wali santri dan masyarakat luas agar tetap tenang, bijak menyikapi informasi serta tidak meneruskan kabar yang belum jelas kebenarannya.
Hingga pukul 21.00 WIB jumlah santri yang dilarikan ke rumah sakit mencapai 291 diantaranya RS. Notopuro 186, RS. Delta Surya 13, RS. Siti Hajar 52, RS. Pusura 13, RS. Siti Fatimah Tulangan 21, RS. Pusdik Bayangkara 5, RS. Arafah Sukodono 1.(Titi)