

pena-indonesia.com – Sidoarjo. Hari kedua peristiwa santri pondok pesantren Manba’ul Hikam diduga keracunan MBG bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kali Tengah Tanggulangin. Rabu (2/9/2026).
Dalam kunjungannya bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., menyampaikan Alhamdulillah pada hari ini para pasien korban keracunan sudah pada pulang. Jumlah pasien yang sudah pulang 427 pasien sedangkan masih di rawat di rumah sakit 88 pasien dan observasi 1 pasien. Jadi total seluruhnya 516 pasien.
“Hari ini isya Alloh sampai hari ini pasien tertangani dengan baik,”ucapnya.
Bupati Subandi juga menyampaikan sampai hari ini jumlah SPPG yang berijin mencapai 170 SPPG, yang masih belum ada ijin 31 SPPG.
“Tadi sudah kita sampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN) pusat agar dilakukan pengawasan, agar tidak terjadi hal-hal yang kita inginkan. Apabila yang 31 SPPG belum ada ijinnya sementara saya suruh brek dulu karena yang ada ijinnya saja seperti ini,” jelasnya.
Lanjut Subandi terkait ketentuan ini agar BGN pusat yang menyampaikan karena regulasinya kira sebagai pemerintah daerah tidak paham, yang lebih paham adalah BGN pusat.
Disinggung terkait penutupan SPPG bupati Subandi menyampaikan bahwa terkait penutupan SPPG itu adalah hak nya BGN pusat dengan pertimbangan kondisi seperti ini langkah apa yang harus diambil harus tegas.
“MBG yang merupakan program presiden yang baik ini harus kita dukung, jika ada tata kelola yang kurang baik mari kita benahi termasuk MBG yang ada di Kalitengah ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Teguh Bayu selaku Wakil Koordinator BGN Jawa Timur kejadian ini sudah kita laporkan ke BGN pusat, per tadi malam sudah tidak ada aktifitas di MBG dan pagi sudah keluar Suspen. Tim BGN pusat hari ini akan hadir di SPPG Kalitengah untuk investigasi lebih lanjut apakah Suspen ini ringan atau berat.
“Hari ini SPPG sudah tidak beroperasi sampai menunggu investigasi dari BGN pusat,” ucapnya.
Disinggung terkait menu teguh menyampaikan kemarin menunya orak arik telur dan sayur buncis.
“SPPG kami menyuplai makanan kepondok mulai bulan April 2026. Selama ini kami menyuplai makanan ke 19 sekolah,” tambah teguh.
Masih kata teguh terkait pengawasan SPPG ke depan tentunya kami akan melakukan pengawasan yang lebih ketat.(Titi)